Sabtu, 23 Oktober 2010

Pelangi abadi

   Dibawah pohon rindang itu kami bernaung, namun angin semakin menghembuskan energinya sekencang mungkin dan bumi juga semakin menumpahkan tetesan air demi air. Dia pun menyelimutiku dengan tangan lembutnya, berharap Aku terhindar dari dinginnya malam itu.
    Mulanya Aku bertemu Dia saat melintasi parkiran sekolah.dan berhenti hendak memboncengku pulang. namun diperjalanan kami terhalang oleh hujan hingga sekarang Aku berada tepat disampingnya menikmati dekapannya dan memuaskan diri menatap wajahnya yang begitu tampan.
    Ya, Dia Noe, kapten team basket sekolah kami sekaligus ketua OSIS SMAN 1 Liliriaja. Hanya dia yang mampu meluluhkan hatiku yang sekeras batu. Selama ini, Aku belum pernah merasakan yang namanya cinta. namun saat bertemu dengannya getaran itu ada. Dan semakin dalam entah kemana. Namun Aku tau siapa Aku, anak ingusan yang hanya bisa berada dibalik kacamata tebal. Berbeda dengan Thya yang cantik, keren dan tajir. Semua cowok menginginkannya, namun yang menjadi sasarannya hanyalah Noe. Makanya Aku tak berani mendekatinya. hanya dapat melihatnya dari kejauhan dan memimpikannya siang malam. Oh God, malang benar nasibku. Sudah jelek, kuper pula. namun ada satu hal yang bisa dibanggakan dariku. Aku terbilang pandai dalam segala bidang. Bahkan semester lalu Aku berhasil meraih juara umum di sekolahku.
     Mulai dari situlah Aku mengenal Noe. Noe sendiri yang awalnya mendekatiku bermaksud menanyakan pelajaran yang kurang jelas saat pelajaran Pak Ramly tadi. Aku memang sekelas dengan Noe namun selama semester 1, Ia tak pernah mengajakku berbicara bahkan Aku pun nyaris tak pernah melihat Dia saat istirahat berlangsung. Palingan Ia berada di kantin atau di lapangan basket bersama dengan Randy sahabat karibnya sekaligus teman duduknya itu.
     

Tidak ada komentar: